Jumat, 09 Desember 2016

Hak dan Kewajiban Pekerja

Malam yang menurutku sedikit berbeda dengan hari hari biasanya, dimana setiap malam diriku sering keluar untuk menghilangkan penat dengan secangkir kopi hangat ditemani kehangatan malam yang melayang layang menghampiri suasana keramaian malam jalanan. Namun kali ini diriku hanya terpaku dikamar sambil mendengarkan alunan musik yang sedikit tercampur rasa penat dalam pikiran dan lubuk hati. 

Bekerja merupakan suatu kewajiban yang harus tetap dipegang teguh oleh seluruh umat manusia, karena dengan bekerjalah kita dapat mencapai apa yang kita harapkan saat ini, nanti dan dimasa depan. Seorang pekerja memiliki filosofi tersendiri diddalam hidupnya untuk dapat mencapai kesuksesan, baik dengan cara pelan, sedang maupun frontal agar ambisi diri yang diinginkan selalu tercapai. Bekerja dengan penuh aturan dan tekanan merupakan suatu kewajaaran yang ditunjukan oleh perusahaan kepada keryawan/pekerjanya, tetapi didalam suatu pekerjaan karyawan juga memiliki hak dan kewajiban yang diberikan kepada perusahaan.

Dalam kehidupan bekerja terkadang terjadi sebuah problematika dimana pekerja merasa tidak memiliki kenyamanan dalam pekerjaan tersebut, entah karena tekanan yang sangat berat dari atasan, ataupun adanya aturan yang mengada ada sehingga logika dan akal sehat tidak dapat menerima hal tersebut dengan lapang dada. 

Tetapi inilah yang sering terjadi disekitar kita. Sebagaimana yang sering kita ketahui bersama, didalam sebuah organisasi perusahaan memang terdapat golongan golongan tertentu yang memiliki ambisi lebih dalam menunjang karir personalnya tanpa memikirkan nasib seseorang yang ada dibawahnya, seingga mereka rela melakukan apa saja demi kelancaran target pribadi yang ingin dimilikinya. Hal inilah yang sering membuat para pekerja merasa tertindas dengan tidak adanya keadilan didalam ruang lingkup pekerjaan. Bagaimana tidak, terkadang apa yang menjadi hak seorang pekerja sering dilalaikan atau bahkan sengaja dilalaikan demi peningkatan produktifitas perusahaan tersebut dimata owner dan dimata para petinggi perusahaan. Sedangkan pekerja sudah sangat memberikan kontribusi terbaik dalam memberikan kewajibannya untuk perusahaan, mulai dari loyalitas kerja dan semangat kerja yang tinggi. Tetapi terkaang hal tersebut hanya dianggap sebelah mata karena mungkin mereka menganggap bahwa hal tersebut harus pekerja lakukan karena memang itulah jobdesk dari pekerjaan mereka.

Namun inilah yang sangat kita sayangkan bahwa terkadang hal yang kita anggap luar biasa untuk dapat memajukan perusahaan hanya dianggap hal bisa oleh atasan, sehingga apa yang kita kerjakan sudah tidak berarti apa apa lagi di mata mereka. Padahal jika kita telaah lagi, perusahaan tidak akan bisa bergerak maksimal tanpa adanya pelaksana yang bekerja degan penuh loyalitas dan semangat juang yang luar biasa. Tetapi inilah kehidupan seorang pekerja dimana kita mesti siap dengan kondisi kondisi tersebut dalam menghadapi kerasnya persaingan dunia kedepan. akan tetapi ada satu hal yang perlu kita ingat bahwa setiap pekerja juga memiliki hak yang harus diberikan kepadanya, baik itu berupa upah, tunjangan, lemburan, THR, jaminan kesehatan dan lain lain yang dapat memberikan kesejahteraan bagi pekerja tersebut. Untuk itu marilah kita bersama sama berjuang dengan adil baik untuk perusahaan dan untuk pekerja itu sendiri, sehingga menimbulkan simbiosis mutualisme terhadap perusahaan dan pekerjanya.

Malam kian semakin larut, walaupun ini hanya sekedar coretan kecil namun hal ini sangat berarti bagi kita dan bagi penulis khususnya. Semoga perusahaan tempat kita bekerja sadar akan adanya hubungan industrial yang saling menguntungkan bagi keduanya. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar